Kami telah mengurus lebih dari 3.000 pengiriman ekspor, dan penyebab paling umum perselisihan pembeli bukanlah kualitas atau keterlambatan — melainkan kesalahpahaman tentang siapa yang bertanggung jawab atas apa, pada titik mana dalam perjalanan. Kesalahpahaman itu hampir selalu bersumber dari satu hal: Incoterm pada purchase order.
FOB — Free on Board
Dalam skema FOB, tanggung jawab Nusawara berakhir begitu barang Anda dimuat ke kapal di pelabuhan keberangkatan Indonesia. Sejak titik itu, Anda — pembeli — menanggung risiko dan mengatur (serta membayar) sendiri ongkos kirim laut dan asuransi kelautan. FOB adalah istilah paling umum bagi importir berpengalaman yang sudah memiliki hubungan dengan freight forwarder dan ingin kendali langsung atas jalur pengiriman, termasuk pemilihan pengangkut dan jadwal.
Harga yang Anda bayar dalam skema FOB mencakup barang, pengemasan ekspor, transportasi domestik ke pelabuhan, dan bea cukai ekspor — tidak lebih dari batas kapal.
CIF — Cost, Insurance, and Freight
CIF menggabungkan ongkos kirim laut dan tingkat minimum asuransi kelautan ke dalam harga yang Nusawara tawarkan kepada Anda. Kami memesan kapal, mengasuransikan kargo, dan harga yang Anda lihat adalah harga yang mengantarkan barang Anda ke pelabuhan tujuan (bukan gudang Anda — CIF berhenti di pelabuhan bongkar, sebelum bea masuk dan transportasi darat).
Jebakan yang sering dialami pembeli dengan CIF adalah menganggap asuransinya komprehensif. Asuransi CIF standar adalah Institute Cargo Clauses (C) — tingkat minimum. Jika Anda mengirim barang sensitif kelembapan seperti rempah utuh, minta secara khusus perlindungan Clause (A) dan siapkan sedikit biaya tambahan untuk itu.
— Aditya Nugraha, Compliance & Documentation Lead
CNF / CFR — Cost and Freight
CNF (kadang ditulis CFR) berada di antara keduanya: kami mengatur dan membayar ongkos kirim laut ke pelabuhan tujuan Anda, tetapi asuransi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda untuk diatur terpisah. Pembeli yang sudah memiliki polis asuransi kelautan terbuka di seluruh pemasok mereka — umum di kalangan importir besar — sering lebih memilih CNF, karena mereka tidak ingin membayar asuransi dua kali atau merekonsiliasi dua polis terpisah pada satu pengiriman.
Istilah mana yang sebaiknya Anda minta?
- Importir pertama kali, belum punya hubungan freight forwarder — mulai dengan CIF. Lebih sedikit hal yang perlu dikelola.
- Anda sudah punya customs broker dan freight forwarder sendiri — FOB memberi kendali langsung dan biasanya lebih murah setelah memperhitungkan margin forwarder pada jalur pengiriman.
- Anda memiliki polis asuransi kargo kelautan sendiri — CNF menghindari pembayaran asuransi dua kali.
- Anda mengirim barang bernilai tinggi atau sensitif kelembapan dan ingin Nusawara mengelola asuransi — CIF dengan Institute Cargo Clauses (A) yang ditingkatkan.
Apa pun istilah yang Anda pilih, minta kami menyatakannya secara eksplisit terhadap pelabuhan yang disebutkan pada proforma invoice Anda — "CIF Rotterdam" dan "FOB Rotterdam" bukanlah frasa yang bisa dipertukarkan, dan kesalahan ini di atas kertas adalah cara tercepat menciptakan keterlambatan bea cukai di sisi penerima. Kami mencantumkan ketiga istilah pada setiap proforma invoice secara default, justru agar Anda bisa membandingkan landed cost sebelum berkomitmen.



